Profil Andreas Eddy Susetyo, Ketua BAKN DPR RI: Penemuan Baru

Profil Andreas Eddy Susetyo, Ketua BAKN DPR RI Periode 2024-2029

Nama Andreas Eddy Susetyo kembali menjadi sorotan setelah dirinya resmi ditunjuk memimpin Badan Akuntabilitas Keuangan Negara (BAKN) DPR RI untuk periode 2024-2029. Penetapan ini menempatkan politisi PDI Perjuangan tersebut di posisi strategis dalam pengawasan keuangan negara, sebuah mandat yang menuntut ketelitian, pengalaman, dan pemahaman mendalam atas tata kelola anggaran publik.

Keputusan itu disetujui dalam rapat penetapan yang dipimpin oleh Adies Kadir, Wakil Ketua DPR RI Koordinator Bidang Ekonomi dan Keuangan. Dalam struktur BAKN, Andreas akan bekerja bersama para wakil ketua dari berbagai fraksi partai untuk membahas berbagai persoalan yang berkaitan dengan penggunaan keuangan negara. Peran ini membuat BAKN menjadi salah satu alat kelengkapan dewan yang penting dalam memastikan dana publik diawasi secara serius.

Latar belakang pendidikan dan pengalaman

Andreas Eddy Susetyo lahir di Kota Malang pada 1960. Ia menempuh pendidikan sarjana di Institut Teknologi Sepuluh Nopember dan melanjutkan studi magister di Sekolah Tinggi Manajemen Prasetiya Mulya. Jejak akademik itu memperlihatkan bekal yang kuat sebelum ia masuk ke dunia profesional dan politik.

Sebelum dikenal sebagai anggota DPR, Andreas lebih dulu meniti karier sebagai pakar perbankan nasional. Pengalamannya tidak hanya terbatas pada sektor perbankan, tetapi juga meluas ke berbagai organisasi, termasuk SOKSI dan Crisis Center KWI. Latar belakang ini memberi warna tersendiri dalam cara pandangnya terhadap isu-isu keuangan dan kelembagaan.

Jejak politik di PDIP dan DPR

Andreas mulai bergabung dengan PDI Perjuangan pada 2003. Sejak itu, fokusnya banyak berkaitan dengan persoalan keuangan negara dan tata kelola anggaran. Ia telah duduk sebagai anggota DPR RI sejak 2014, sehingga memiliki pengalaman yang cukup panjang dalam kerja-kerja legislasi dan pengawasan.

Pengalaman Andreas di sektor keuangan juga memperkuat posisinya di parlemen. Sebelum aktif di DPR, ia pernah menjabat sebagai direktur di salah satu bank besar Indonesia dan menjadi Penasehat Senior di lembaga keuangan internasional. Kombinasi pengalaman itu membuatnya dinilai memiliki bekal teknis yang relevan untuk memimpin BAKN.

Tantangan di BAKN DPR RI

Sebagai ketua baru, Andreas akan berhadapan dengan tugas yang tidak ringan. BAKN DPR RI memiliki tanggung jawab mengawasi anggaran negara dan menyampaikan rekomendasi terkait penggunaan dana publik. Di tengah tuntutan transparansi dan akuntabilitas yang semakin besar, posisi ini menuntut ketegasan dalam membaca persoalan serta kemampuan menjaga keseimbangan antarfraksi di parlemen.

Dengan rekam jejak di bidang perbankan, pengalaman organisasi, dan perjalanan panjang di DPR, Andreas Eddy Susetyo kini memegang peran yang menempatkannya langsung di jantung pengawasan keuangan negara. Masa jabatan 2024-2029 akan menjadi ujian penting bagi kapasitasnya dalam memastikan BAKN bekerja lebih efektif dan relevan terhadap kebutuhan pengawasan anggaran di Indonesia.

Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.