Ahli Pastikan Video Gunung Gede Erupsi Bukan Hoaks

Video Gunung Gede Disebut Erupsi, Badan Geologi Tegaskan Itu Bukan Peristiwa di Jawa Barat

Jagat media sosial sempat diramaikan oleh video yang menampilkan kolom abu vulkanik dan dikaitkan dengan erupsi Gunung Gede Pangrango pada awal April 2025. Narasi itu cepat menyebar, padahal lokasi gunung yang berada di wilayah tiga kabupaten di Jawa Barat, yakni Bogor, Sukabumi, dan Cianjur, justru tidak menunjukkan tanda-tanda letusan seperti yang disebut dalam unggahan tersebut.

Klarifikasi Badan Geologi

Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) langsung meluruskan informasi tersebut dan memastikan video itu adalah kabar bohong. Kepala Badan Geologi, Muhammad Wafid, menjelaskan bahwa rekaman yang beredar bukan berasal dari Gunung Gede, melainkan diambil dari aktivitas Gunung Marapi di Sumatera Barat. Dengan kata lain, visual yang dipakai dalam unggahan itu tidak sesuai dengan lokasi yang diklaim.

Pemantauan visual dari Pos Pemantauan Gunung Api di Cianjur juga memperkuat klarifikasi tersebut. Dari hasil pengamatan, tidak ditemukan erupsi maupun kolom abu di atas kawah Gunung Gede. Kondisi gunung hingga saat ini masih berada dalam pengawasan rutin, namun tidak ada indikasi letusan seperti yang ramai dibicarakan warganet.

Status Gunung Gede Masih Normal

Hingga Selasa, Badan Geologi masih menetapkan status Gunung Gede pada Level 1 atau Normal. Status ini menunjukkan bahwa aktivitas gunung belum mengarah pada kondisi berbahaya yang memerlukan peningkatan status. Masyarakat dan wisatawan tetap diminta mengikuti arahan resmi demi keselamatan, terutama saat berada di kawasan gunung api.

Gunung Gede sendiri terakhir kali tercatat erupsi pada tahun 1957, dengan kolom letusan mencapai 3.000 meter di atas Kawah Ratu. Catatan sejarah itu menjadi pengingat bahwa informasi terkait aktivitas vulkanik tidak boleh disimpulkan hanya dari potongan video yang beredar di internet tanpa verifikasi sumber.

Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.