Morgan belum berniat meninggalkan mesin bensin dalam waktu dekat. Pabrikan mobil asal Inggris yang identik dengan desain retro itu justru masih melihat mesin konvensional sebagai bagian penting dari karakter produknya, meski di sisi lain pengembangan kendaraan listrik tetap berjalan di balik layar.
Mobil listrik sudah dicoba, tapi belum jadi prioritas utama
Jejak eksplorasi Morgan ke arah elektrifikasi sebenarnya sudah terlihat sejak 2023, ketika mereka memperlihatkan mobil listrik roda tiga dengan tenaga 61 hp. Namun, proyek itu tidak berlanjut ke tahap produksi. Meski begitu, langkah tersebut menunjukkan bahwa Morgan tidak menutup pintu bagi mobil listrik bergaya klasik, hanya saja waktu peluncurannya belum menjadi fokus utama.
CEO Morgan, Matthew Hole, mengatakan perusahaan masih mengembangkan mobil sport listrik. Ia menegaskan, kendaraan listrik bukan sesuatu yang ditinggalkan, tetapi juga bukan sesuatu yang akan segera hadir dalam waktu dekat. Bagi Morgan, transisi itu harus dilakukan dengan sangat hati-hati agar karakter ringan dan rasa berkendara khas mereka tidak hilang.
Bobot baterai jadi tantangan terbesar
Salah satu kendala terbesar dalam proyek EV Morgan adalah bobot baterai. Bagi merek yang selama ini mengandalkan mobil sport ringan, tambahan berat dari paket baterai menjadi persoalan serius. Di sinilah Morgan tampak berhitung lebih jauh: mereka ingin tetap mempertahankan sensasi lincah dan sederhana yang selama ini menjadi daya tarik utamanya.
Hole juga menyebut Morgan masih akan memakai mesin bensin selama mungkin sambil terus mengembangkan teknologi listrik. Artinya, strategi perusahaan saat ini bukan mengganti seluruh lini secara drastis, melainkan menjaga keseimbangan antara tradisi dan arah masa depan.
BMW tetap jadi mitra penting
Di tengah rencana elektrifikasi itu, kerja sama Morgan dengan BMW masih berlanjut dan berpotensi membuka jalan bagi teknologi baru, termasuk hibrida dan EV di masa depan. Kolaborasi ini menjadi penting karena Morgan membutuhkan dukungan teknis untuk menyesuaikan teknologi modern tanpa mengorbankan identitas mobil-mobilnya.
Sementara itu, model terbaru Morgan, SuperSport, tetap mengandalkan mesin 3.0 liter turbocharged yang bertenaga. Dengan bobot yang tergolong ringan, mobil ini mampu melesat cepat dan memperlihatkan mengapa mesin bensin masih sulit digantikan sepenuhnya oleh Morgan. Untuk saat ini, mobil listrik mungkin masih berada di jalur pengembangan, tetapi suara mesin konvensional jelas belum akan hilang dari garasi perusahaan Inggris tersebut.
Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.












