Prabowo Meets King Philippe at Laeken Palace

BRUSSELS — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menutup agenda pentingnya di Belgia dengan pertemuan langsung bersama Raja Philippe Leopold Louis Marie di Royal Palace of Laeken, Brussel, pada Minggu. Pertemuan ini menjadi salah satu momen utama dalam rangkaian lawatan kenegaraan Prabowo, yang sejak awal mendapat sambutan hangat setibanya di istana bersejarah tersebut.

Pertemuan Hangat di Laeken Palace

Suasana akrab terlihat sejak awal ketika Prabowo tiba dan disambut secara resmi oleh pihak istana. Setelah itu, Prabowo dan Raja Philippe sempat berfoto bersama di aula utama sebelum melanjutkan pembicaraan empat mata. Dalam pertemuan tersebut, Prabowo didampingi Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya serta Duta Besar Andri Hadi.

Meski berlangsung singkat, pertemuan itu memiliki bobot diplomatik yang kuat. Bagi Indonesia, Laeken Palace bukan sekadar tempat pertemuan seremonial, melainkan penanda bahwa hubungan dengan Belgia terus dijaga pada level tertinggi.

Penutup Agenda di Brussel Sebelum ke Paris

Usai berpamitan dengan Raja Philippe, Prabowo langsung bertolak ke Brussels Airport untuk melanjutkan perjalanan ke Paris, Prancis. Di sana, ia dijadwalkan hadir sebagai tamu kehormatan dalam perayaan Bastille Day. Perpindahan agenda ini menandai berakhirnya rangkaian kunjungan Prabowo di Brussel yang padat dengan agenda diplomasi tingkat tinggi.

Sebelum bertemu Raja Philippe, Prabowo juga menggelar pembicaraan strategis dengan Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen dan Presiden Dewan Eropa António Costa. Pertemuan-pertemuan tersebut menunjukkan bahwa lawatan ke Belgia tidak hanya bersifat simbolik, tetapi juga diarahkan pada hasil konkret.

Fokus pada CEPA Indonesia-Uni Eropa

Salah satu tujuan utama dari rangkaian diplomasi ini adalah mendorong finalisasi Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA) antara Indonesia dan Uni Eropa. Pemerintah Indonesia menegaskan komitmennya untuk memperkuat hubungan ekonomi dengan blok Eropa, terutama dalam kerangka kerja sama yang saling menguntungkan.

Dengan pertemuan di Brussel yang mencakup pihak kerajaan Belgia dan pimpinan institusi Uni Eropa, Indonesia memperlihatkan pola diplomasi yang aktif dan terarah. Bukan hanya membangun citra di panggung internasional, tetapi juga mengejar ruang kerja sama yang lebih luas bagi pertumbuhan ekonomi dan kepentingan jangka panjang.

Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.