Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto meluangkan waktu untuk datang langsung ke Rumah Duka Sentosa, RSPAD Gatot Subroto, Jakarta Pusat, pada Rabu, untuk memberikan penghormatan terakhir kepada ekonom senior Kwik Kian Gie. Kehadiran Prabowo menjadi penanda betapa besar pengaruh Kwik, bukan hanya sebagai pemikir ekonomi, tetapi juga sebagai sosok yang dihormati dalam percakapan kebangsaan.
Prabowo Sampaikan Belasungkawa Langsung kepada Keluarga
Setibanya di rumah duka, Prabowo disambut pihak keluarga dan kerabat almarhum sebelum menuju ruang persemayaman. Suasana berlangsung khidmat ketika Presiden memberikan penghormatan kepada Kwik Kian Gie, yang semasa hidupnya dikenal sebagai salah satu pembela gagasan ekonomi berlandaskan Pancasila. Bagi Prabowo, kepergian Kwik bukan sekadar kehilangan seorang ekonom, melainkan juga hilangnya sosok yang selama ini ikut memberi arah dan masukan bagi perjalanan bangsa.
“Saya datang untuk melayat dan menyampaikan belasungkawa. Beliau tokoh nasional yang berjasa besar. Pemikiran-pemikirannya sangat konsisten membela ekonomi Pancasila, membela Pasal 33 Undang-Undang Dasar,” kata Prabowo di lokasi.
Hubungan yang Lebih dari Sekadar Formalitas
Prabowo juga menegaskan bahwa hubungannya dengan Kwik Kian Gie terjalin cukup dekat. Menurut dia, Kwik bukan hanya figur publik yang kerap menyampaikan pandangan, tetapi juga pribadi yang tidak berhenti memberi nasihat dan perspektif tentang arah pembangunan Indonesia. Kedekatan itu, kata Prabowo, membuat kepergian Kwik terasa sangat personal.
“Beliau sosok yang luar biasa. Saya merasa dekat dengan beliau. Beliau banyak memberi saya nasihat,” ujarnya.
Tetap Memberi Masukan hingga Akhir Hayat
Prabowo mengungkapkan, bahkan menjelang akhir hayatnya, Kwik masih sempat mengirim pesan melalui WhatsApp berisi saran dan pemikiran. Aktivitas itu menunjukkan bahwa perhatian Kwik terhadap urusan bangsa tidak pernah benar-benar surut. “Beberapa hari lalu beliau masih mengirim pesan lewat WhatsApp, memberi masukan dan pemikiran. Beliau tidak pernah berhenti menyampaikan perhatian,” kata Prabowo. Kwik Kian Gie meninggal dunia pada usia 90 tahun, Senin malam, 28 Juli 2025, pukul 22.00 WIB. “Hari ini Indonesia kehilangan salah satu putra terbaiknya,” ujar Prabowo.
Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.


