Prabowo Dorong Sikap Tenang dan Diplomasi Cermat di Tengah Gejolak Global
Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan bahwa Indonesia tidak boleh bereaksi berlebihan saat menghadapi situasi global yang kian tidak menentu. Dalam Sidang Kabinet Paripurna di Kantor Presiden, ia menekankan pentingnya ketenangan, kerja sama antarlembaga, dan langkah strategis agar kepentingan nasional tetap terjaga di tengah berbagai tekanan internasional.
Gejolak Dunia Jadi Ujian bagi Kebijakan Nasional
Prabowo menyinggung rangkaian konflik yang masih berlangsung di sejumlah negara, termasuk dampak tarif Amerika Serikat terhadap dinamika geoekonomi dunia. Menurut dia, kondisi seperti ini menuntut pemerintah untuk tetap fokus, tidak terpancing emosi, dan mampu membaca arah perubahan dengan jernih. Ia menilai Indonesia harus mengutamakan solusi yang paling menguntungkan bagi negara, bukan sekadar respons cepat yang belum tentu tepat.
Tim Ekonomi Dinilai Berhasil Jaga Stabilitas
Dalam kesempatan itu, Prabowo juga memberi apresiasi kepada tim ekonomi pemerintah yang dinilainya mampu melewati situasi yang rumit. Ia menyebut hasil yang dicapai tidak lepas dari koordinasi yang solid antara kementerian dan lembaga. Bagi Prabowo, keberhasilan menghadapi tekanan eksternal bukan hanya soal kebijakan ekonomi, tetapi juga soal disiplin dalam bernegosiasi, berunding, dan menjaga komunikasi tanpa terbawa emosi.
Perlindungan Pekerja Tetap Jadi Prioritas
Prabowo menegaskan bahwa setiap keputusan pemerintah harus kembali pada satu ukuran utama: kepentingan rakyat. Ia mengingatkan bahwa negara memikul tanggung jawab untuk melindungi seluruh warga, terutama para pekerja dan keluarga mereka yang paling rentan terhadap dampak gejolak ekonomi. Karena itu, arah kebijakan pemerintah disebutnya harus tetap berpijak pada perlindungan rakyat secara luas, sambil memastikan kepentingan besar bangsa tidak terabaikan.
Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.


