Pada Selasa (23/9), Presiden RI Prabowo Subianto menyampaikan pidatonya yang berjudul “Seruan Indonesia untuk Harapan” pada sesi Debat Umum di Sidang Majelis Umum ke-80 Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York. Presiden Prabowo berbicara dalam bahasa Inggris dengan durasi lebih dari 19 menit, menyusul pidato Presiden Brasil dan Presiden AS. Dia mengangkat isu kemanusiaan yang pernah dialami oleh Indonesia akibat penjajahan kolonialisme selama berabad-abad.
Dalam pidatonya, Presiden Prabowo menyoroti genosida yang dilakukan oleh Israel terhadap warga Palestina di Gaza. Dia menegaskan pentingnya menolak aksi sepihak dan berdiri bersama warga Palestina dalam menegakkan keadilan. Presiden Prabowo juga menekankan peran PBB dalam menjaga perdamaian, keadilan, dan kebebasan bagi semua negara.
Lebih lanjut, Presiden Prabowo menyatakan kesiapan Indonesia untuk mengerahkan pasukan perdamaian ke Gaza, sekaligus mengekspor beras untuk membantu negara-negara yang membutuhkan. Dia menyerukan solusi dua negara sebagai jalan keluar dari konflik antara Palestina dan Israel, dengan tujuan menciptakan kedamaian dan rekonsiliasi di wilayah tersebut.
Presiden Prabowo juga mengecam kekerasan terhadap warga sipil di Gaza dan menekankan pentingnya pengakuan hak Palestina serta keamanan Israel dalam mencapai perdamaian. Dia menegaskan komitmen Indonesia untuk bersama-sama dengan komunitas internasional dalam mewujudkan visi perdamaian dunia yang harmonis.
Pidato Presiden Prabowo di PBB menjadi sorotan media internasional dan menunjukkan komitmen Indonesia dalam menanggapi isu kemanusiaan di Gaza dan Palestina secara luas. Presiden Prabowo tidak hanya mengajak negara-negara dunia untuk bersatu dalam menjaga perdamaian, tetapi juga menunjukkan kepedulian Indonesia terhadap isu-isu global yang membutuhkan solusi bersama.












