Fenomena iklim La Nina kemungkinan akan muncul di Indonesia pada akhir tahun ini dan berpotensi bertahan hingga awal tahun 2026. Pertanyaannya, apakah La Nina bisa menyebabkan banjir di berbagai daerah? La Nina merupakan peristiwa anomali iklim global yang dicirikan oleh suhu permukaan laut yang lebih dingin dari biasanya di Samudra Pasifik tropis bagian tengah dan timur. Hal ini sering kali diikuti dengan perubahan pada pola sirkulasi Walker di atmosfer, yang dapat mempengaruhi pola iklim dan cuaca global. Fenomena La Nina dapat terjadi beberapa tahun sekali dan berlangsung selama beberapa bulan hingga dua tahun setiap kali terjadi.
Dampak dari kondisi La Nina antara lain adalah peningkatan curah hujan yang signifikan, yang pada gilirannya dapat mengakibatkan banjir, banjir bandang, tanah longsor, angin kencang, puting beliung, dan bahkan badai tropis. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi adanya peningkatan curah hujan dan dampak La Nina membuat datangnya musim hujan di Indonesia lebih cepat dari biasanya. Selain itu, musim hujan diprediksi akan berlangsung lebih lama dari biasanya.
BMKG memperingatkan pemerintah daerah dan masyarakat untuk waspada terhadap kemungkinan bencana hidrometeorologi yang dapat terjadi akibat La Nina. Organisasi ini juga memperkirakan puncak musim hujan akan terjadi pada periode yang berbeda dari biasanya, yaitu mulai November hingga Desember di wilayah barat Indonesia, serta Januari hingga Februari di wilayah selatan dan timur. Dengan pengetahuan ini, diharapkan pihak terkait dapat mempersiapkan langkah-langkah yang diperlukan untuk menghadapi potensi bencana melalui penanganan proaktif.










