1 Dekade Perjanjian Paris: Dunia Masih Jauh dari Target 1,5°C?

Perjanjian Paris merayakan ulang tahun ke-10 dalam upaya menekan pemanasan global agar tidak lebih dari 1,5 derajat Celcius dari periode sebelum revolusi industri. Meskipun tantangan yang dihadapi tidak mudah, namun kelompok negara rentan terhadap perubahan iklim telah bersatu dalam Koalisi Ambisi Tinggi untuk meraih target Perjanjian Paris.

Misi untuk mencapai kenaikan suhu 1,5 derajat Celcius merupakan agenda yang dapat membawa dampak signifikan, terutama bagi wilayah yang rawan terkena dampak pemanasan global seperti banjir akibat naiknya permukaan laut. Meskipun capaian yang diharapkan belum sepenuhnya tercapai, namun progres dalam memerangi perubahan iklim terus berjalan.

Para pemimpin dunia yang bertemu dalam COP 2023 di Dubai telah menambahkan aturan baru dalam Perjanjian Paris, yang menyerukan transisi dari bahan bakar fosil. Hal ini dipandang sebagai langkah penting dalam penanganan akar penyebab darurat iklim.

Dalam situasi yang semakin urgensi, dampak perubahan iklim semakin nyata dan mengancam. Meskipun ada negasi terhadap fakta ilmiah terkait pemanasan global, namun dukungan terhadap energi terbarukan terus meningkat. Tenaga angin dan surya, yang lebih ramah lingkungan dan tidak menyebabkan polusi, diperkirakan akan menjadi sumber energi utama yang menggeser posisi batu bara.

Dilihat dari survei tahun 2024, mayoritas publik global mendukung tindakan politik yang lebih kuat dalam mengatasi perubahan iklim. Hal ini menjadi landasan bagi para aktivis iklim untuk melanjutkan upaya mereka dalam menggalang dukungan dan kesadaran masyarakat terhadap isu perubahan iklim. Salah satunya adalah melalui dorongan untuk Perjanjian Nonproliferasi Bahan Bakar Fosil, sebagai langkah konkret dalam mengurangi polusi yang memicu pemanasan global.

Source link