Secara konsisten, penjualan mobil listrik terus meningkat, dengan Tesla Model Y sebagai mobil terlaris di dunia pada tahun 2023. Data dari Cox Automotive menunjukkan bahwa pasar AS memiliki 90 model mobil listrik yang tersedia, namun hanya 10 model yang terjual lebih dari 10.000 unit. Meskipun produsen mobil terus memperluas jajaran produk EV mereka, masih terdapat konsentrasi penjualan di beberapa model terlaris.
Mercedes dan Audi merupakan contoh produsen mobil yang berfokus pada mengembangkan beberapa model EV tanpa hasil yang signifikan. Meskipun Mercedes memiliki banyak varian EQ, belum ada yang mengalahkan rekan-rekan bertenaga gas mereka dalam hal kinerja atau daya tarik konsumen. Sementara Audi juga memiliki beragam penawaran listrik, seperti Q4 E-Tron, yang belum mampu menarik perhatian pembeli.
Fokus pada pengembangan satu atau dua model unggulan tampaknya menjadi strategi yang lebih berhasil. Ford Mustang Mach-E dan Hyundai Ioniq 5 menjadi contoh produk terlaris secara konsisten dengan perbaikan yang terus-menerus dan penawaran yang menarik. Strategi fokus membantu merek-merek ini dalam menangkap perhatian konsumen dan menjaga daya saing produknya.
Pada akhirnya, membangun mobil listrik yang hebat dalam satu segmen dilakukan dengan lebih baik daripada mengejar banyak model yang kurang menonjol. Ini terbukti efektif dengan kesuksesan Tesla Model S dan Model 3. Fokus tanpa henti pada segmen di mana merek dapat menonjol adalah kunci kesuksesan, sementara terlalu banyak pilihan dapat membuat konsumen bingung dan jenuh.












