Porsche telah mengeluarkan Cayenne Electric dengan berat 5.831 pound, menjadikannya kendaraan produksi terberat yang pernah mereka hasilkan. Bobot ini sebagian besar berasal dari baterai raksasa 113-kWh yang beratnya 1.322 pon. Meskipun Cayenne Electric terlihat berat, Porsche mengklaim pengemudi tidak akan merasakan bobotnya secara signifikan karena posisi baterainya yang rendah. Meskipun Cayenne Turbo dengan mesin V-8 lebih ringan, Porsche berencana untuk tetap melibatkan mesin V-8 dalam portofolio mereka hingga tahun 2030-an. Porsche juga sedang mengembangkan SUV listrik tiga baris yang dijadwalkan awalnya sebagai EV, namun akan mulai dengan mesin bensin terlebih dahulu karena adopsi EV yang lambat dari yang diharapkan. CEO Porsche, Oliver Blume, mengatakan bahwa keputusan ini mencerminkan perubahan permintaan pelanggan dan pasar yang baru. Porsche tetap optimis bahwa Cayenne Electric memiliki kemampuan off-road yang lebih baik daripada mobil dengan mesin konvensional, membuktikan bahwa berat tidak selalu menjadi masalah dalam performa kendaraan.
Porsche Cayenne Electric: Solusi Bobot Berat dengan Teknologi Canggih
Read Also
Recommendation for You

Mazda tidak pernah membuat Miata versi listrik, dan Tesla Roadster masih dalam tahap pengembangan. Jadi,…

Tesla mengalami penurunan pengiriman global di sejumlah pasar kunci, tetapi berhasil meningkatkan penjualannya di Jepang….

Honda baru-baru ini meluncurkan versi terbaru dari Fit di China dengan penampilan yang menggemaskan. Tetapi…

Mansory, tuner kenamaan, telah melakukan modifikasi pada hypercar Koenigsegg pertamanya, yaitu model Jesko, sebagai bagian…

Chevrolet Corvette ZR1X telah secara resmi memecahkan rekor sebagai mobil produksi tercepat di Amerika Serikat…







