Kerinduan akan zaman sebelum dominasi smartphone semakin sering terdengar di tengah masyarakat. Banyak orang merindukan era sebelum iPhone pertama dirilis, ketika panggilan telepon tidak memicu kecemasan dan kegiatan doomscrolling tidak begitu populer. Istilah “doomscrolling” muncul pada tahun 2020 dan semakin populer selama pandemi, ketika orang merasa perlu untuk terus memperoleh pembaruan berita secara luas. Tindakan ini dapat berdampak negatif pada kesehatan mental dan kesejahteraan seseorang. Untuk mengatasi hal ini, tren “kembali ke analog” mulai muncul, dengan saran dari para ahli untuk mengurangi screen time dengan strategi yang realistis. Beberapa tips yang efektif termasuk mengenali pola penggunaan hp, memasang karet gelang di hp sebagai pengingat fisik, dan menghindari batas waktu aplikasi yang fleksibel. Selain itu, menggunakan aplikasi pemblokir dengan bijak, menyimpan ponsel di luar jangkauan saat bekerja, dan menemukan kesenangan dari aktivitas tanpa layar juga dapat membantu mengurangi waktu layar ponsel.Psikiater dan penulis Dr. Anna Lembke menyarankan untuk membuat ponsel lebih sulit digunakan dan mengaktifkan mode hitam-putih untuk menurunkan rangsangan visual. Selain itu, melibatkan diri dalam hobi offline dan menuliskan surat “putus” untuk ponsel juga merupakan strategi yang efektif. Ambil jeda singkat dan panjang dari ponsel, serta pertukaran ponsel dengan orang lain yang dipercaya, juga dianggap sebagai langkah penting dalam mengurangi screen time. Dengan mengikuti tips ini, diharapkan pengguna dapat menemukan keseimbangan dalam penggunaan teknologi dan meningkatkan kesejahteraan mental mereka.
Tips Mengurangi Screen Time di Ponsel dan Menghindari Stres
Read Also
Recommendation for You

KI Resmi Bermitra dengan KKP Atasi Degradasi Ekosistem Laut Jakarta, CNN Indonesia — Konservasi Indonesia…

Anthropic Rilis Model Kecerdasan Buatan Terbaru dengan Performa Terdepan Jakarta, CNN Indonesia — Perusahaan kecerdasan…

Jatuhnya helikopter tempur Apache milik Angkatan Darat Amerika Serikat (AS) di Selat Hormuz telah memicu…

Menkomdigi Mencatat 64 Platform Digital Penuhi Self-Assessment PP Tunas Menurut Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi),…








