Akses internet di Iran dilaporkan telah lumpuh total selama 24 jam setelah diserang oleh Amerika Serikat dan Israel pada Sabtu (28/2). Militer AS dan Israel melancarkan serangan udara ke Iran, yang menyebabkan pemadaman internet secara nasional di negara tersebut selama lebih dari 24 jam. Menurut kelompok pemantau internet NetBlocks, konektivitas nasional di Iran turun drastis menjadi 1 persen dari tingkat normal.
“Tindakan ini membatasi partisipasi warga pada momen krusial bagi masa depan negara setelah pembunuhan Ayatollah Khamenei dalam serangan udara AS dan Israel,” kata NetBlocks. Angkatan Udara Israel dan Amerika Serikat mengaku menjatuhkan lebih dari 1.200 bom di Iran selama 24 jam terakhir, dengan ratusan orang tewas dalam serangan tersebut.
Di antara lokasi yang diserang adalah sekolah dasar perempuan di Minab, Iran selatan, di mana setidaknya 148 orang dilaporkan tewas. Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan bahwa “puluhan anak tak berdosa” menjadi korban dalam serangan tersebut. Serangan dilakukan setelah negosiasi nuklir gagal mencapai kesepakatan, dengan Organisasi Bulan Sabit Merah Iran melaporkan bahwa serangan tersebut menyasar 20 dari 31 provinsi di Iran.
Imbas dari serangan tersebut, Menteri Pertahanan Iran Amir Hatami dan Komandan Angkatan Bersenjata Korps Iran juga tewas. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Presiden Amerika Serikat Trump meyakini pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, ikut tewas dalam serangan mereka. Trump menyatakan bahwa ini adalah kesempatan bagi rakyat Iran untuk merebut kembali negara mereka.












