Regulator nuklir Amerika Serikat (AS) telah menyetujui pembangunan reaktor nuklir kecil TerraPower yang didukung oleh Bill Gates di Wyoming, AS. Persetujuan ini diberikan oleh Komisi Regulasi Nuklir (NRC) AS dan merupakan yang pertama untuk pabrik komersial yang diharapkan beroperasi dengan bahan bakar uranium khusus yang lebih diperkaya. Reaktor berpendingin natrium 345-megawatt TerraPower direncanakan akan dibangun di Kemmerer, bagian barat negara bagian, dan diharapkan akan mulai beroperasi pada awal tahun 2030-an. TerraPower berencana untuk memulai konstruksi dalam beberapa minggu mendatang dan mengajukan permohonan lisensi operasi pada akhir 2027 atau awal 2028.
Pabrik tersebut akan mencakup sistem penyimpanan energi untuk meningkatkan output hingga 500 MW. Presiden Donald Trump telah mengeluarkan perintah eksekutif tahun lalu untuk mempercepat izin NRC, dengan harapan untuk melipatgandakan kapasitas tenaga nuklir AS hingga 400 gigawatt pada 2050. Reaktor modular kecil (SMR) seperti Natrium diharapkan dapat dibuat lebih awal di pabrik daripada di lokasi, sehingga menghemat biaya konstruksi. Reaktor Natrium akan menggunakan bahan bakar high-assay low-enriched uranium (HALEU) yang diharapkan dapat meningkatkan efisiensi bahan bakar.
Departemen Energi AS telah memberikan dana untuk mengembangkan HALEU domestik agar AS dapat mandiri dalam produksi bahan bakar ini. Namun, terdapat perdebatan terkait tingkat penguatan HALEU, dengan para pendukung non-proliferasi mendorong agar penguatan bahan bakar hanya hingga 12 persen demi keamanan. Sementara itu, AS dan Israel meluncurkan serangan bersama pada Iran dan Amerika Serikat telah menuduh Iran melakukan persenjataan nuklir. Meskipun Iran membantah tuduhan tersebut, AS dan Israel masih menegaskan bahwa Iran harus dilucuti dari senjata nuklir.
Dukungan untuk reaktor Natrium dan program nuklir AS terus berlanjut, sementara perdebatan terkait keamanan dan tujuan program nuklir Iran masih menjadi topik panas.










