Sesar Cisadane: Ancaman Bagi Warga Jabodetabek

Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bersama dengan beberapa pihak telah menemukan jejak Sesar Cisadane di wilayah Jabodetabek. Jejak ini merupakan bagian dari struktur geologi yang mengelilingi Jakarta bersama dengan Sesar Baribis dan Sesar Citarik. Sesar Cisadane menyimpan catatan aktivitas tektonik yang pada masa lalu diduga pernah membelah gunung.

Untuk menyelidiki lebih lanjut keberadaan sesar ini, tim peneliti melakukan ekspedisi lapangan ke Gunung Nyungcung di Rumpin, Kabupaten Bogor. Berbagai metode digunakan dalam penelitian ini, termasuk analisis data gaya berat, data seismik, pengamatan geologi permukaan, dan pemetaan udara menggunakan drone yang dilengkapi sensor LiDAR.

Peta Geologi Lembar Jakarta dan Kepulauan Seribu menjadi pedoman awal bagi tim peneliti dalam menjelajahi bukti keberadaan sesar tersebut. Wilayah sekitar Gunung Nyungcung terdiri dari berbagai jenis batuan, terutama batu pasir gampingan. Fenomena seperti terangkatnya batuan laut ke permukaan serta munculnya Gunung Nyungcung memberikan petunjuk tentang adanya sesar naik dalam pola Sesar Baribis dengan arah barat-timur.

Ekspedisi berlanjut ke Gunung Panjang, di mana peneliti menemukan bukti bahwa wilayah tersebut dahulu merupakan laut dangkal yang terangkat akibat aktivitas tektonik. Temuan tersebut diperkuat oleh sejumlah sampel batuan dan keberadaan fosil moluska. Hasil pengamatan menyatakan bahwa Sesar Cisadane memiliki potensi aktif.

Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM, Lana Saria, menjelaskan bahwa Sesar Cisadane merupakan sesar tua yang diperkirakan terbentuk sekitar 5 juta tahun lalu. Meskipun demikian, keberadaan sesar ini belum tentu aktif. Masyarakat yang tinggal di sekitar sesar diminta untuk tetap waspada dan mengikuti petunjuk dari petugas setempat. Kesadaran akan keberadaan sesar ini penting, namun tidak perlu menimbulkan kepanikan. Dengan bangunan yang memenuhi standar tahan gempa dan jalur evakuasi yang jelas, risiko kerusakan akibat potensi gempa dapat diminimalkan.

Source link