Pendapat Google dan Meta Tentang Pemberlakuan PP Tunas

Google dan YouTube menunjukkan dukungan terhadap aturan PP Tunas, terutama dalam hal pendekatan penilaian mandiri berbasis risiko. Namun, keduanya berpendapat bahwa pembatasan akses secara menyeluruh bagi pengguna di bawah usia 16 tahun dapat berdampak negatif. Google menekankan pentingnya bagi anak-anak untuk memiliki ruang belajar yang aman di dunia digital. Selama bertahun-tahun, perusahaan telah mengembangkan berbagai teknologi dan sistem perlindungan untuk menjaga keamanan pengguna muda tanpa harus benar-benar membatasi akses mereka.

Google berpendapat bahwa pendekatan berbasis risiko dalam PP Tunas lebih efektif daripada pelarangan total. Diklaim bahwa pendekatan ini dapat mendorong pengembangan fitur perlindungan terintegrasi dan pengalaman digital yang sesuai dengan usia, sambil memberikan kesempatan bagi orang tua untuk mengawasi aktivitas anak-anak mereka. Fitur pengawasan yang dikembangkan oleh Google telah mendapat sambutan positif dari keluarga di Indonesia, dengan meningkatkan rasa aman dan kontrol atas lingkungan digital anak-anak.

Selain itu, YouTube diakui sebagai salah satu pijakan utama pembelajaran digital di Indonesia dengan peran yang signifikan dalam memperluas akses pendidikan, terutama bagi siswa di daerah terpencil. Data internal menunjukkan bahwa orang tua dan guru di Indonesia memberikan penilaian positif terhadap peran YouTube dalam memudahkan akses pembelajaran.

Google juga menyoroti kontribusi ekosistem kreator edukasi atau “edukreator” yang tidak hanya mendukung pembelajaran tetapi juga menciptakan lapangan kerja dan berkontribusi pada ekonomi digital nasional. Perusahaan ini mendorong pemerintah untuk melibatkan industri dalam penyusunan kebijakan secara transparan dan siap untuk berpartisipasi dalam implementasi PP Tunas melalui mekanisme penilaian mandiri.

Dalam upaya mematuhi aturan pemerintah, Meta juga menyatakan komitmennya. Meta telah meluncurkan Akun Remaja untuk Instagram dan Facebook di Indonesia sebagai bagian dari komitmennya terhadap keamanan remaja. Akun Remaja dirancang ulang untuk remaja dengan perlindungan terintegrasi untuk memastikan pengalaman berisiko rendah sesuai dengan PP Tunas.

Aturan PP Tunas yang disahkan pada 28 Maret 2025, diimplementasikan penuh pada 28 Maret 2026. Peraturan ini menuntut platform seperti Roblox, YouTube, TikTok, Facebook, Instagram, Threads, X, dan Bigo Live untuk secara bertahap menonaktifkan akun anak-anak.Implementasi Aturan tersebut dimulai pada 28 Maret 2026 yang meminta platform yang ditetapkan untuk stop sementara akun anak-anak pada platform tersebut.

Source link