OpenAI menutup Sora, sebuah alat pembuat video berbasis kecerdasan buatan, hanya enam bulan setelah peluncurannya. Keputusan ini mengejutkan banyak orang tanpa penjelasan resmi dari perusahaan. Meskipun Sora awalnya dianggap sebagai terobosan besar di bidang video generatif, ternyata penutupan aplikasi ini disebabkan oleh kurangnya profitabilitas dan minimnya jumlah pengguna.
Aplikasi Sora memungkinkan pengguna untuk membuat video hanya dari teks dan sempat menarik perhatian industri kreatif serta perusahaan besar seperti Disney. Namun, kontroversi muncul ketika pengguna diminta untuk mengunggah foto wajah mereka, menciptakan kekhawatiran tentang pengumpulan data yang tidak transparan. Meskipun demikian, alasan utama penutupan Sora adalah kurangnya profitabilitas dan minat pengguna yang berkurang secara signifikan setelah beberapa bulan diluncurkan.
Laporan investigasi dari The Wall Street Journal melalui Tech Crunch mengungkapkan bahwa biaya operasional yang tinggi dan penurunan jumlah pengguna menjadi alasan utama penutupan Sora. Proses pembuatan video berbasis kecerdasan buatan memerlukan daya komputasi yang besar dan menggunakan pasokan chip AI yang terbatas, sehingga biaya operasional per harinya mencapai US$1 juta (Rp16,8 miliar). Sementara pesaing seperti Anthropic terus memperkuat posisinya dengan produk Claude Code yang lebih unggul dalam beberapa aspek.
CEO OpenAI, Sam Altman, akhirnya memutuskan untuk menghentikan Sora dan beralih fokus ke produk lain yang lebih strategis. Keputusan ini memberikan dampak pada kerja sama dengan The Walt Disney Company yang terpaksa dibatalkan. Meskipun penutupan Sora tidak hanya memengaruhi pengguna tetapi juga mitra perusahaan.
OpenAI secara resmi mengumumkan penutupan layanan Sora melalui media sosial. Selain itu, perusahaan juga disebut sedang mempersiapkan langkah besar seperti penawaran saham perdana (IPO). Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan berencana untuk kembali fokus pada produk inti mereka seperti ChatGPT dan model GPT terbaru, sementara layanan video generatif Sora dihentikan untuk menghemat sumber daya dan memprioritaskan produk yang lebih menguntungkan.










