Punggungan Mayu: Lokasi Sumber Gempa Bitung M7,6

Pada Kamis (2/4), Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut nama Punggungan Mayu sebagai lokasi sumber gempa besar Bitung M7,6. Menurut Plt. Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono, gempa tersebut memiliki kedalaman dangkal sekitar 33 km, yang terjadi akibat subduksi laut Maluku ke wilayah Sulawesi Utara. Hal ini memicu peringatan dini tsunami di beberapa wilayah terdampak. Punggungan Mayu ini adalah hasil dari aktivitas tektonik kompleks di Indonesia, terbentuk akibat tumbukan antara Lempeng Eurasia, Indo-Australian, Pasifik dan Laut Filipina.

Wilayah Sulawesi memiliki lima suture akibat interaksi lempeng tersebut, seperti Suture Sulawesi, Maluku, Sorong, Banda, dan Kalimantan. Pembentukan suture Sulawesi terjadi sejak Kala Oligosen Akhir hingga Miosen Awal, dengan deformasi yang masih berlangsung hingga saat ini. Deformasi tektonik ini memengaruhi struktur geologi, mengaktifkan sesar-sesar, dan menghasilkan pola struktur geologi di Pulau Sulawesi.

Pulau Sulawesi memiliki berbagai sesar aktif, seperti Sesar Palu Koro yang berperan dalam sejumlah gempa bumi merusak di wilayah tersebut. Punggungan Mayu di Sulawesi Utara juga turut bertanggung jawab atas beberapa gempa yang terjadi. Interaksi ganda antar busur kepulauan dan palung Filipina juga mempengaruhi aktivitas gempa di wilayah tersebut. Gempa terbesar di wilayah Sulawesi Utara terjadi pada tahun 1936, 1974, dan 1983 yang menyebabkan bencana di Kepulauan Sangihe-Talaud. Pengetahuan terkait aktivitas tektonik dan struktur geologi di wilayah tersebut penting untuk memahami potensi risiko gempa di masa depan.

Source link