El Nino dan Musim Kemarau di Indonesia: Apa Perbedaannya?
Jakarta, CNN Indonesia — Fenomena iklim El Nino diperkirakan akan kembali hadir di Tanah Air dan memicu musim kemarau 2026 menjadi lebih kering. Meski sering dikaitkan, El Nino dan musim kemarau sebenarnya memiliki karakteristik yang berbeda. Berdasarkan penjelasan dari Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Faisal Fathani, kedua fenomena tersebut memiliki perbedaan yang signifikan.
Perbedaan Antara El Nino dan Musim Kemarau
Faisal menjelaskan bahwa kemarau merupakan fenomena iklim yang terjadi setiap tahun di Indonesia, sementara El Nino adalah fenomena iklim alami yang ditandai oleh pemanasan permukaan laut di Samudra Pasifik tropis. El Nino cenderung terjadi setiap dua hingga tujuh tahun sekali dan berlangsung selama sembilan hingga 12 bulan.
El Nino memiliki beragam dampak secara global, dimana di beberapa negara seperti Peru, El Nino dapat meningkatkan curah hujan, sementara di Indonesia, dampaknya adalah musim kering dan berkurangnya curah hujan. Namun, apabila El Nino terjadi bersamaan dengan musim kemarau di Indonesia, maka diperkirakan akan terjadi kemarau yang lebih kering dari biasanya.
BMKG memprediksi bahwa musim kemarau tahun ini akan menjadi lebih kering dari rata-rata historis selama 30 tahun terakhir. Selain intensitas yang lebih tinggi, musim kemarau tahun ini juga diprediksi akan datang lebih awal dan berlangsung lebih lama dikarenakan adanya fenomena El Nino yang telah mulai muncul pada akhir April hingga awal Mei 2026.
Karakteristik Musim Kemarau dan El Nino
Menurut informasi yang dihimpun dari Detik, terdapat perbedaan karakteristik antara musim kemarau dan El Nino:
- Musim Kemarau:
- Variabilitas iklim yang bersifat musiman
- Terjadi setiap tahun
- Akibat angin monsun Australia yang membawa massa udara kering
- El Nino:
- Terjadi sebagai anomali atau penyimpangan iklim
- Periode kejadian antara 3-7 tahun sekali
- Disebabkan oleh peningkatan suhu permukaan laut di bagian timur dan tengah Samudra Pasifik
Dengan pemahaman yang lebih mendalam mengenai perbedaan karakteristik antara El Nino dan musim kemarau, diharapkan masyarakat dapat mempersiapkan diri menghadapi potensi musim kemarau yang lebih kering dan panjang akibat hadirnya fenomena El Nino di Indonesia.










