Roblox: Pemain Anak Sulit Komunikasi di Semua Gim

Menteri Meutya Hafid Tutup Fitur Komunikasi Roblox dan Platform Games Lainnya

Jakarta, CNN Indonesia — Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid mengumumkan bahwa penutupan fitur komunikasi di Roblox tidak hanya berlaku untuk gim tersebut, tetapi juga akan diterapkan pada platform games lainnya. Hal ini dilakukan sebagai bagian dari implementasi PP Tunas yang merupakan upaya untuk melindungi anak-anak dari konten yang tidak pantas.

Verifikasi Usia dan Pembatasan Komunikasi

Menurut Meutya, penutupan fitur komunikasi dilakukan demi akuntabilitas, transparansi, dan keadilan bagi seluruh platform, termasuk platform games. Roblox telah memenuhi kewajiban kepatuhan terhadap PP Tunas dengan melakukan pembatasan komunikasi bagi pengguna di bawah 16 tahun. Platform ini akan melakukan verifikasi usia untuk seluruh penggunanya, dan pengguna di bawah usia tersebut akan mendapatkan pembatasan komunikasi.

Roblox memperkirakan bahwa sekitar 23 juta dari total 45 juta pemainnya merupakan anak-anak. Pengguna di atas 16 tahun juga harus melakukan verifikasi usia agar fitur komunikasinya tetap aktif. Kepatuhan penuh Roblox menandai penyelesaian kisruh kepatuhan 8 platform digital berisiko tinggi terhadap PP Tunas.

Evaluasi dan Label Risiko

Meski demikian, Menkomdigi menegaskan bahwa ini bukan akhir dari implementasi aturan, karena hal ini akan berlaku untuk semua platform. Setelah platform-platform melakukan self-assessment hingga bulan Juni, Komdigi akan mengevaluasi dan memberikan label risiko yang sesuai. Kepatuhan tiap platform nantinya akan berbeda tergantung pada tingkat risiko yang ditetapkan.

Menkomdigi Meutya Hafid menyatakan bahwa aturan di Indonesia mengedepankan pendekatan berbasis risiko, berbeda dengan aturan di negara lain. Hal ini bertujuan untuk melindungi anak-anak dari konten yang tidak pantas dan memastikan bahwa setiap platform beroperasi sesuai dengan standar keamanan dan perlindungan anak yang berlaku. (loam/agt)

Source link