NASA Berencana Mengembalikan Pluto Sebagai Planet? Fakta Terbaru!

Jared Isaacman Mendorong Kembalikan Status Pluto sebagai Planet

Administrator NASA, Jared Isaacman, mengajukan usulan agar Pluto kembali diakui sebagai planet dalam Tata Surya. Ia memperjuangkan hal ini dengan mengajak para ilmuwan untuk mengadakan diskusi yang mendalam terkait dengan status Pluto.

Pernyataan Isaacman

Ketika menghadiri sidang anggaran NASA untuk tahun fiskal 2027 di hadapan Subkomite Apropriasi DPR Amerika Serikat, Isaacman menyampaikan keyakinannya terhadap penentuan kembali status Pluto sebagai planet. Ia menyatakan dukungannya dalam mengangkat status Pluto melalui hasil-hasil makalah yang saat ini sedang mereka siapkan dengan harapan membuka kembali ruang diskusi ini.

“Saya sangat berada di kubu ‘jadikan Pluto planet lagi.’ Kami sedang mengerjakan sejumlah makalah tentang posisi yang ingin kami eskalasikan melalui komunitas ilmiah untuk membuka kembali diskusi ini,” kata Isaacman.

Penurunan Status Pluto

Pluto awalnya dikenal sebagai planet kesembilan dalam Tata Surya selama lebih dari 76 tahun sejak penemuan. Namun, pada 24 Agustus 2006, International Astronomical Union (IAU) menetapkan Pluto bukan lagi sebagai planet, melainkan kerdil. Kebijakan tersebut membuat Tata Surya diakui hanya memiliki delapan planet resmi.

Berdasarkan definisi baru IAU, sebuah benda langit harus memenuhi tiga syarat untuk disebut planet: mengorbit Matahari, memiliki massa yang cukup sehingga berbentuk hampir bulat, serta telah “membersihkan lingkungan” di sekitar orbitnya dari benda-benda lain. Sangat disayangkan, Pluto tidak memenuhi syarat terakhir ini.

Keputusan penurunan status Pluto dipicu oleh penemuan-penemuan benda langit besar lainnya di Tata Surya. Hal ini membuat IAU memilih untuk menyempitkan definisi planet untuk menghindari penambahan lebih banyak objek dalam daftar planet resmi.

Meskipun demikian, kritik terhadap keputusan ini muncul dari berbagai ilmuwan planet yang berpendapat bahwa definisi planet yang baru perlu direvisi. Salah satu argumen utama adalah adanya sejumlah benda langit besar lain yang memenuhi syarat sebagai planet, termasuk Pluto.

Pluto sendiri kini mengorbit di sabuk Kuiper, kawasan di luar orbit Neptunus yang berisi benda-benda es. Meski statusnya telah berubah, Pluto tetap menjadi objek terbesar kesembilan yang mengorbit Matahari, menurut definisi baru IAU.

Sat ini hanya misi New Horizons NASA yang pernah melakukan pendekatan terhadap Pluto, yakni pada tahun 2015. Misi ini berhasil menyajikan foto-foto pertama dan satu-satunya dari permukaan Pluto, yang menjadi pengetahuan berharga dalam eksplorasi Tata Surya.

Source link