BRIN Proyeksikan Observatorium Nasional Gunung Timau sebagai Fasilitas Antarsika Terbesar di Asia
Jakarta, CNN Indonesia — Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memproyeksikan Observatorium Nasional Gunung Timau, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) menjadi salah satu fasilitas pengamatan antariksa paling maju di Asia. Dalam upaya mempercepat penyelesaian fasilitas tersebut, BRIN akan melengkapi observatorium dengan teleskop terbesar di Asia Tenggara.
Fasilitas Strategis bagi Riset Antariksa Indonesia
Kepala BRIN, Arif Satria, menyatakan bahwa penyelesaian Observatorium Nasional Gunung Timau merupakan langkah strategis untuk penguatan riset antariksa Indonesia. Selain itu, observatorium ini juga akan mendukung pengembangan spaceport nasional di Biak Papua. Proyek ini diharapkan dapat meningkatkan kolaborasi riset internasional serta menjadi sarana penting dalam pengamatan luar angkasa.
“Observatorium ini nantinya diharapkan menjadi fasilitas pendukung utama dalam operasional dan pengembangan aktivitas antariksa nasional,” ujar Research Fellow Pusat Riset Antariksa BRIN, Andre Pandie. Saat ini, progres pembangunan teleskop di observatorium telah mencapai sekitar 95 persen.
Pentingnya Penguatan Ekosistem Riset
Selain fokus pada penyelesaian fisik fasilitas, BRIN juga memperhatikan aspek ekosistem riset yang mendukung operasional observatorium secara optimal. Penambahan peneliti, revitalisasi gedung magnetometer, dan peningkatan fasilitas penunjang penelitian merupakan bagian dari upaya BRIN untuk memperkuat ekosistem risetnya.
Dalam kunjungannya ke Observatorium Nasional Gunung Timau, Arif Satria juga meminta kepada Pemerintah Kabupaten Kupang untuk memperbaiki akses jalan menuju kawasan observatorium. Tujuannya adalah agar aksesibilitas ke fasilitas ini terjamin dan tidak terisolasi.
Teleskop di observatorium Timau diharapkan dapat menjadi alat utama dalam pengamatan luar angkasa, sekaligus menjalin kerja sama internasional dalam bidang riset antariksa. Dengan posisi yang strategis di khatulistiwa, Observatorium Nasional Gunung Timau diharapkan dapat menjadi spot ideal untuk observasi luar angkasa di Asia Tenggara.
[Gambas:Video CNN]












