BMKG: Pengaruh Monsun Australia Melemah, Meningkatkan Potensi Hujan
Jakarta, CNN Indonesia — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkap bahwa pengaruh Monsun Australia akan sedikit melemah selama sepekan ke depan. Namun, beberapa fenomena atmosfer meningkat yang berpotensi meningkatkan curah hujan di sejumlah wilayah.
Peluang Masuknya Massa Udara Lebih Lembap
BMKG menyatakan bahwa kondisi tersebut membuka peluang masuknya massa udara yang lebih lembap dari perairan barat Sumatra, yang dapat meningkatkan kandungan uap air di wilayah Indonesia bagian selatan. Meski begitu, pola Monsun Australia masih tetap berperan dalam mendukung berlangsungnya awal musim kemarau di beberapa wilayah di Indonesia.
Dinamika Atmosfer dan Fenomena Gelombang Tropis
Selain itu, aktivitas MJO yang berada pada fase 3 atau Samudra Hindia akan berdampak terhadap wilayah Indonesia. BMKG juga mengungkap bahwa gelombang Kelvin dan Gelombang Rossby Ekuatorial akan aktif di sebagian wilayah Indonesia, meningkatkan suplai uap air dan mendukung pertumbuhan awan hujan di wilayah yang dilaluinya.
Selain pengaruh gelombang tropis, sirkulasi siklonik juga diprediksi terbentuk di beberapa wilayah seperti Selat Karimata, Selat Makassar bagian selatan, dan Laut Sulawesi. Hal ini dapat mendukung pertumbuhan awan hujan di wilayah yang terdampak.
Daftar Wilayah Berpotensi Hujan Lebat
Berikut adalah daftar wilayah yang berpotensi hujan lebat sepekan ke depan menurut BMKG:
- 15-17 Mei
- Hujan lebat-sangat lebat: Kep. Riau, Kep. Bangka Belitung, Bengkulu, Banten, Jawa Tengah, Jawa Barat, Kalimantan Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Maluku Utara, Maluku, Papua, Papua Tengah, Papua Pegunungan, Papua Selatan
- Angin kencang: Kep. Bangka Belitung, Nusa Tenggara Timur
- 18-21 Mei
- Hujan lebat-sangat lebat: Maluku Utara, Papua Tengah, Papua Pegunungan










