Roket New Glenn Milik Blue Origin Meledak Saat Uji Coba
Jakarta, CNN Indonesia — Anomali yang terjadi pada roket New Glenn milik Blue Origin saat uji pembakaran statis di Cape Canaveral Space Force Station, Florida, Amerika Serikat, Kamis (28/5) malam waktu setempat menyebabkan roket tersebut meledak di landasan peluncurannya.
Reaksi dan Respons dari Para Pihak Terkait Insiden
Jeff Bezos, pendiri Blue Origin, memastikan bahwa seluruh personel selamat dalam insiden tersebut. Bezos menyatakan bahwa mereka tengah mencari tahu akar penyebab anomali tersebut. Badan Penerbangan Federal Amerika Serikat (FAA) juga mengonfirmasi insiden tersebut dan menyatakan bahwa uji coba tidak termasuk dalam kegiatan yang dilisensikan FAA.
Kepala NASA, Jared Isaacman, menekankan bahwa penerbangan antariksa tidak memberikan ruang untuk kesalahan dan mengembangkan kemampuan peluncuran angkat berat baru merupakan hal yang sangat sulit. Pejabat Eastern Range juga tengah berkoordinasi dengan Blue Origin dan mitranya untuk menentukan penyebab pasti anomali yang terjadi.
Rencana dan Kegagalan Sebelumnya
Blue Origin sebelumnya mengalami kegagalan pada misi ketiga New Glenn pada tanggal 19 April yang memicu investigasi dari FAA. Pada misi tersebut, tahap pertama roket berhasil mendarat dengan baik, namun tahap kedua gagal mengantarkan muatannya ke orbit yang aman.
Misi keempat New Glenn dijadwalkan membawa 48 satelit untuk bergabung dengan konstelasi internet pita lebar Amazon Leo. Insiden ini terjadi tak lama setelah perusahaan tersebut mengumumkan rencana kembali melakukan peluncuran pekan ini, menyusul kegagalan pada misi sebelumnya.












