Mengapa Jakarta Dingin Malam dan Panas Siang? Insights dari BMKG

Tren Cuaca Unik di Jabodetabek: Dingin Malam, Panas Siang

Jakarta – Cuaca di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) memberikan sensasi berbeda pada malam hingga pagi dini hari serta siang hari. Banyak warga yang merasakan perubahan cuaca ini, bahkan hingga menjadi perbincangan hangat di media sosial.

Cuaca Berubah-ubah

Salah seorang warga Bekasi, Saiful, mengamati bahwa cuaca di Bekasi cenderung dingin pada malam hingga pagi hari. Namun, saat siang hari, suhu udara menjadi sangat panas. Fenomena ini cukup menarik perhatian masyarakat sekitar.

Di platform X, sejumlah warganet juga turut melaporkan tentang cuaca dingin yang mereka rasakan di malam hari. Bahkan, terdapat akun yang membagikan tangkapan layar suhu udara di Jakarta yang mencapai 24 derajat Celsius saat malam hari.

Penyebab Cuaca Ekstrem

Berdasarkan data dari BMKG, suhu udara di Jakarta dan sekitarnya pada malam Jumat berkisar antara 25 hingga 28 derajat Celsius dengan tingkat kelembapan mencapai 76 persen dan kecepatan angin sekitar 1,9 km/jam.

Terkait dengan cuaca dingin yang melanda Jabodetabek, BMKG menjelaskan bahwa salah satu penyebabnya adalah Angin Monsun Australia. Angin ini membawa udara kering menuju Benua Asia melewati perairan Samudera Hindia dengan suhu permukaan laut yang relatif lebih rendah, mengakibatkan udara terasa lebih dingin.

BMKG juga mengungkapkan bahwa fenomena cuaca dingin ini merupakan bagian dari musim kemarau yang umum terjadi. Selama musim kemarau, jarang terjadi hujan dan tutupan awan berkurang, membuat permukaan bumi lebih cepat menyerap radiasi matahari. Akibatnya, udara di malam dan pagi hari terasa lebih dingin.

Selain itu, wilayah selatan Indonesia juga mengalami penurunan suhu udara pada siang hari, yang menjadi bagian dari fenomena alam yang menarik untuk diamati. Demikianlah, tren cuaca unik di Jabodetabek menjadi sorotan utama dalam beberapa hari terakhir.

Source link