BSSN Soroti Urgensi Regulasi Keamanan Siber di Sektor Kesehatan
Jakarta, CNN Indonesia — Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) menyoroti pentingnya regulasi keamanan siber di sektor kesehatan. Regulasi ini dinilai vital sebagai langkah untuk melindungi integritas data kesehatan nasional.
Perlunya Standarisasi Keamanan Online dalam Layanan Kesehatan
Menurut BSSN, kekurangan peraturan yang kuat dapat meningkatkan kerentanan sistem kesehatan yang berpotensi membahayakan data pasien secara meluas. Karena itu, perlu adanya standarisasi enkripsi, pembatasan hak akses data, serta protokol respons insiden yang konsisten.
Percepatan digitalisasi data medis di berbagai fasilitas kesehatan harus diimbangi dengan benteng pertahanan siber yang kuat agar kerahasiaan data pasien tetap terjaga.
Kolaborasi BSSN dengan RSP UI
Deputi Bidang Keamanan Siber BSSN, Sulistyo, menekankan pentingnya perlindungan terhadap data faskes seperti rekam medik dan telemedicine yang saat ini terhubung dengan platform SatuSehat. Sulistyo juga menyatakan kesiapan BSSN dalam memberikan bantuan teknis bagi instansi kesehatan dalam membentuk Tim Tanggap Insiden Siber.
Direktur Utama RSP UI, Ari Kusuma Januarto, menyambut baik kolaborasi ini sebagai langkah strategis untuk menghadapi tantangan teknologi di masa mendatang. Menurutnya, integritas data medis merupakan hal penting bagi institusi medis, dan perlunya sistem IT yang terintegrasi dengan protokol keamanan standar nasional.
Peran Ekosistem Kesehatan Nasional dalam Keamanan Informasi
BSSN mengajak seluruh ekosistem kesehatan nasional untuk meningkatkan tata kelola keamanan informasi guna membangun ruang digital Indonesia yang kuat dan tepercaya. Dengan kolaborasi seperti ini, diharapkan layanan kesehatan di Indonesia dapat berjalan lancar tanpa interupsi.












