Bos Qualcomm Ungkap Nasib Harga HP di Tengah Kelangkaan Memori

Kenaikan harga smartphone dalam jangka pendek masih sangat dipengaruhi oleh biaya memori yang melonjak. Don McGuire, EVP dan CMP Qualcomm Incorporated, mengatakan anomali tersebut menjadi faktor utama yang membedakan kondisi pasar saat ini dari kenaikan harga normal akibat peningkatan fitur.

Menurut Don, produsen seperti Samsung, Oppo, Xiaomi, dan perusahaan lainnya biasanya menetapkan harga baru berdasarkan inovasi yang dibawa ke perangkat. Peningkatan kualitas kamera, performa, daya tahan baterai, fitur, maupun penggunaan material baru merupakan faktor yang lazim memengaruhi harga dari tahun ke tahun.

Lonjakan biaya memori tekan harga ponsel

Namun, situasinya berubah ketika biaya memori meningkat tajam. Don menyebut harga memori saat ini dapat melonjak hingga sekitar 10 kali lipat. Kenaikan sebesar itu berdampak langsung terhadap biaya produksi smartphone dan, menurut dia, belum pernah terjadi sebelumnya.

“Setiap produsen seperti Samsung, Oppo, Xiaomi atau perusahaan lainnya meluncurkan ponsel baru, mereka menentukan harga perangkat berdasarkan inovasi yang mereka hadirkan. Misalnya, kamera yang lebih baik, fitur yang mumpuni, performa yang lebih tinggi, daya tahan baterai yang lebih lama atau penggunaan material baru,” ujar Don dalam acara Snapdragon Partners & Media Event Indonesia 2026, Kamis (1/10).

Ia menilai faktor-faktor tersebut merupakan bagian normal dari siklus industri. “Itu adalah hal yang normal dan terjadi dari tahun ke tahun di beberapa pasar, yang menyebabkan kondisi saat ini menjadi tidak normal adalah biaya memori,” katanya.

Lonjakan biaya itu, lanjut Don, mendorong krisis atau kenaikan harga yang lebih tinggi di pasar smartphone. Untuk periode jangka pendek, biaya memori masih menjadi penentu paling penting dalam pembentukan harga perangkat.

Qualcomm belum bisa memprediksi arah harga

Meski menyoroti tekanan biaya produksi, Don belum dapat memastikan apakah tren kenaikan harga smartphone akan berlanjut. Ia berharap kondisi tersebut mulai mereda pada akhir 2027 atau awal 2028.

“Saya tidak bisa memprediksi apakah harga akan terus meningkat. Kami berharap tidak, tetapi saya tidak bisa memprediksinya,” jelas Don.

Ia mengatakan harga perangkat nantinya dapat kembali mengikuti pola normal apabila anomali harga memori terkoreksi. “Ketika anomali harga tersebut terkoreksi, saya pikir kita akan kembali ke kurva harga dan biaya produksi yang normal,” tuturnya.

Permintaan tetap tinggi di era agentic AI

Di tengah ketidakpastian harga, permintaan terhadap perangkat masih disebut tinggi. Don mengaitkan kondisi itu dengan peralihan industri menuju era agentic AI, yang mendorong kebutuhan terhadap perangkat baru.

“Yang bisa saya katakan adalah kami terus melihat demand (perangkat) yang tinggi karena adanya peralihan menuju agentic AI,” kata Don. Karena itu, Qualcomm berupaya menghadirkan sebanyak mungkin perangkat ke tangan konsumen.

Source link