Gempa berkekuatan magnitudo 6,9 mengguncang Filipina Tengah, menurut laporan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Meskipun gempa ini tidak berpotensi tsunami dan tidak memengaruhi wilayah Indonesia. Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono, menyatakan bahwa gempa ini terjadi di Calape, Filipina, dengan intensitas getaran yang dapat merusak bangunan. Namun, dampak spesifik dari gempa masih dalam pemantauan. Meskipun demikian, BMKG menyatakan bahwa gempa tersebut tidak berdampak negatif pada Indonesia.
Dalam keterangan resmi yang diterima CNN Indonesia, Daryono menjelaskan bahwa hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa ini tidak akan menimbulkan tsunami dan tidak akan mempengaruhi kegempaan wilayah Indonesia. Gempa dengan magnitudo 6,9 ini terjadi pada pukul 20.59 WIB di wilayah Calape, Filipina, dengan kedalaman 10 km. Berdasarkan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa ini merupakan jenis gempa dangkal akibat aktivitas sesar aktif, dengan mekanisme sumber mendatar (strike-slip).
BMKG juga mencatat adanya gempa susulan dengan magnitudo 6,3 setelah gempa utama tersebut. Di tengah situasi ini, BMKG mengimbau masyarakat agar tidak terpengaruh oleh hoaks atau isu-isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. BMKG menekankan pentingnya tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Melalui informasi yang tepat, diharapkan masyarakat dapat menghadapi situasi tersebut dengan lebih tenang dan bijaksana.










