Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan bahwa penyebab gempa bumi yang terjadi di wilayah Sumenep dan sekitarnya pada Selasa (30/9) disebabkan oleh aktivitas sesar aktif bawah laut. Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono, menjelaskan bahwa gempa bumi tersebut adalah jenis gempa dangkal akibat aktivitas sesar aktif bawah laut. Episenter gempa terletak di laut, 58 Km arah Tenggara Sumenep dengan kedalaman 12 km dan magnitudo M6,0.
Meskipun gempa ini tidak berpotensi tsunami, guncangan dirasakan di beberapa wilayah sekitarnya seperti Pulau Sapudi, Sumenep, Pamekasan, Surabaya, Tuban, Denpasar, Gianyar, Tabanan, Buleleng, Kuta, Banyuwangi, Lombok Utara, Kota Mataram, Lombok Tengah, Malang, dan Blitar. BMKG juga mencatat beberapa aktivitas gempa susulan dengan magnitudo terbesar M4,4. Masyarakat diimbau untuk menghindari bangunan yang rusak akibat gempa, memastikan kestabilan bangunan sebelum kembali ke dalam rumah, serta berhati-hati di sekitar bangunan yang retak atau rusak. Selalu waspada dan siap siaga dalam menghadapi potensi gempa berikutnya.












