Panduan Belajar Bulan untuk Astronaut Artemis 2

Astronot Artemis 2 mempelajari Bulan menggunakan mata mereka sebagai instrumen utama, bukan kamera canggih di tengah teknologi modern. Ilmuwan utama untuk misi tersebut, Kelsey Young, menjelaskan bahwa mata manusia memiliki daya penerimaan yang lebih baik daripada kamera canggih. Meskipun kamera modern memiliki keunggulan, mata manusia tetap unggul dalam hal warna, konteks, dan pengamatan fotometrik.

Mata manusia dapat dengan cepat melihat perubahan warna dan memahami bagaimana pencahayaan memengaruhi detail permukaan. Hal ini sulit dipastikan melalui foto atau video. Astronot Artemis 2 Victor Glover mengatakan bahwa mata adalah “instrumen ajaib” sebelum memulai misi. Untuk memastikan para astronaut memaksimalkan pengamatan mereka terhadap Bulan, mereka menjalani pelatihan intensif selama dua tahun.

Tujuan dari pelatihan tersebut adalah untuk mengubah para astronaut menjadi “ilmuwan lapangan” melalui pendidikan kelas, ekspedisi ke Islandia dan Kanada, serta simulasi penerbangan lintas Bulan. Para astronaut harus menghafal “Big 15” Bulan untuk memudahkan orientasi ketika di sana. Melalui latihan mengamati globe Bulan tiup, para astronaut dapat memahami bagaimana sudut matahari mengubah warna dan tekstur permukaan, meningkatkan kemampuan observasi dan pencatatan mereka.

Source link