Komet C/2026 A1 (MAPS) memunculkan fenomena astronomi menarik pada bulan April 2026. Namun, sayangnya komet ini mengalami kehancuran dramatis ketika mencapai titik terdekat dengan Matahari pada 4 April. Penemuan komet ini dilakukan oleh kelompok astronom amatir Prancis pada Januari 2026 menggunakan teleskop berdiameter 28 sentimeter di San Pedro de Atacama, Chile. Nama MAPS sendiri merupakan singkatan dari inisial para penemunya. Komet ini menarik perhatian karena kecerahan yang tidak biasa bahkan saat jaraknya masih dua kali lipat dari jarak Bumi ke Matahari. MAPS termasuk dalam keluarga Komet Kreutz Sungrazer yang melintas sangat dekat dengan Matahari. Diestimasi bahwa komet ini terakhir kali memasuki tata surya dalam rentang waktu 1.700 hingga 1.886 tahun yang lalu. Meskipun observasi terakhir dari komet ini menunjukkan bahwa ukurannya lebih kecil dari perkiraan awal, komet ini tidak bisa selamat saat melintasi perihelionnya pada 4 April 2026. Kesempatan melihat komet ini sebelum kehancurannya memberikan kesaksian tentang ekor kecil dan koma berwarna hijau yang disebabkan oleh gas karbon diatomik. Meskipun komet MAPS telah hancur, sisa orbitnya masih bisa diamati pada jarak lebih dari 143 juta kilometer dari Bumi.
Fenomena Komet MAPS: Dilalap Matahari Minggu Lalu
Read Also
Recommendation for You

Generasi Z semakin beralih ke penggunaan dumb phone meskipun hadirnya smartphone terbaru. Fenomena ini menunjukkan…

Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, mengungkapkan perkembangan terbaru terkait kepatuhan platform digital terhadap implementasi…

BMKG Memprediksi Wilayah Indonesia Akan Terkena Hujan Lebat Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan…

Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) bekerja sama dengan kepolisian untuk mengawasi ruang digital lebih ketat…
Empat astronaut yang tergabung dalam misi Artemis II berhasil kembali ke Bumi setelah menjalankan misi…






