6 Hewan Peliharaan Kesayangan Nabi Muhammad: Daftar Lengkap
Rasulullah SAW dikenal bukan hanya sebagai pemimpin umat, tetapi juga sebagai sosok yang menampilkan kasih sayang dalam bentuk paling nyata. Perhatian beliau terhadap hewan menunjukkan bahwa ajaran Islam tidak berhenti pada hubungan antarmanusia, melainkan juga mencakup cara memperlakukan makhluk hidup lain dengan hormat dan lembut. Dalam sejumlah riwayat, Nabi Muhammad SAW disebut memelihara beberapa hewan yang memiliki kedekatan khusus dengan beliau, baik sebagai tunggangan, penunjang perjalanan, maupun hewan yang diperlakukan dengan penuh perhatian.
Hewan-hewan yang dekat dengan kehidupan Nabi
Di antara hewan peliharaan yang dikenal dalam sejarah Islam adalah unta, kuda, keledai, domba, bagal, dan kucing. Masing-masing memiliki peran berbeda dalam keseharian Rasulullah SAW. Sebagian digunakan untuk perjalanan, sebagian lain menjadi hewan peliharaan yang dirawat dengan baik, tanpa perlakuan berlebihan. Kisah-kisah ini memperlihatkan bahwa hubungan Nabi dengan hewan bukan sekadar kepemilikan, tetapi juga penghormatan terhadap makhluk yang hidup di sekelilingnya.
Unta, kuda, dan keledai yang disebut dalam riwayat
Dalam kitab Zadul Ma’ad karya Ibnu Qayyim Al-Jauziyah, disebutkan bahwa Rasulullah SAW memiliki beberapa unta dengan nama khas, seperti Al-Qashwa, Al-Adhba’, dan Al-Jad’a. Unta-unta ini dikenal dalam perjalanan hidup beliau dan menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari.
Selain itu, Nabi juga memiliki beberapa kuda, di antaranya As-Sakb, Al-Murtajaz, Al-Luhaif, Al-Lizaz, Azh-Zharid, Sabhah, dan Al-Ward. Kuda pada masa itu memiliki nilai penting, terutama untuk mobilitas dan perjalanan jauh. Sementara itu, keledai juga termasuk hewan yang pernah dimiliki Rasulullah SAW. Di antaranya adalah Ufair, keledai abu-abu hadiah dari Raja Mesir, serta keledai lain yang diberikan oleh Farwah Al-Judzami.
Domba, bagal, dan kucing kesayangan
Riwayat lain menyebutkan bahwa Rasulullah SAW memelihara sekitar seratus ekor domba, dan jumlah itu tidak dibiarkan melampaui batas tersebut. Ketika ada anak domba yang lahir, beliau akan menyembelih satu domba dewasa sebagai pengganti. Kebiasaan ini menunjukkan adanya pengelolaan yang tertib dan perhatian terhadap keseimbangan.
Bagal, yaitu hewan hasil persilangan kuda jantan dan keledai betina, juga tercatat dalam kehidupan Nabi. Salah satu yang paling dikenal adalah Duldul, bagal berwarna kelabu yang merupakan hadiah dari Al-Muqauqis. Ada pula beberapa bagal lain yang datang sebagai pemberian dari para penguasa.
Di antara kisah yang paling sering dikenang adalah tentang seekor kucing bernama Mueeza. Dalam satu riwayat, Rasulullah SAW menunjukkan kasih sayangnya dengan memotong bagian jubahnya agar kucing itu tidak terganggu saat tidur. Peristiwa ini kerap dijadikan contoh bagaimana Nabi memperlakukan hewan dengan penuh kelembutan, tanpa kekerasan dan tanpa mengabaikan kenyamanannya.
Kasih sayang Rasulullah SAW terhadap hewan menjadi pengingat bahwa empati dalam Islam berlaku luas. Perhatian kepada hewan bukan hanya soal merawat, tetapi juga soal kesadaran bahwa semua makhluk punya hak untuk diperlakukan dengan baik.
Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.












