Misteri Lubang Raksasa Aceh: Penjelasan Ahli Terbaru

Kepala Pusat Riset Kebencanaan Geologi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Adrin Tohari mengklarifikasi bahwa lubang besar yang terus membesar di Desa Pondok Balek, Kecamatan Ketol, Aceh Tengah, sebenarnya bukan merupakan fenomena sinkhole seperti yang dikhawatirkan sebelumnya. Menurut Adrin, kondisi ini disebabkan oleh longsoran akibat tanah yang rapuh dan rentan. Kawasan tersebut, menurutnya, terdiri dari material piroklastik aliran yang belum padat secara geologis, membuatnya mudah runtuh.

Adrin menjelaskan bahwa melalui citra satelit Google Earth sejak tahun 2010, terlihat bahwa kawasan tersebut telah mengalami proses erosi dan longsoran yang berlangsung secara bertahap. Faktor seperti gempa bumi dan hujan lebat juga diyakini turut berkontribusi terhadap peristiwa ini. Adrin juga menyoroti peran air permukaan dari saluran irigasi perkebunan yang meningkatkan kelembaban lapisan tufa serta kemiringan lereng yang curam sebagai pemicu utama longsor.

Namun, Adrin menegaskan bahwa fenomena ini bukanlah terjadi secara tiba-tiba, melainkan merupakan proses alami yang berlangsung puluhan hingga ratusan tahun. Ia pun menyoroti pentingnya mitigasi dan sistem peringatan dini terhadap potensi longsoran yang bisa terjadi di wilayah-wilayah dengan geologi serupa. Meskipun belum melakukan penelitian lapangan langsung, BRIN telah menganalisis data citra sebagai landasan untuk memahami penyebab dan potensi risiko longsor di kawasan tersebut.

Penelitian lanjutan dengan metode geofisika seperti survei geolistrik diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam terhadap struktur bawah permukaan dan faktor yang mempengaruhi kecenderungan longsoran. Adrin menekankan pentingnya pemantauan dan langkah-langkah pencegahan untuk mengurangi risiko longsor di tempat-tempat yang rentan seperti Desa Pondok Balek.

Source link